Dalam Investasi jangka panjang sering dikenal istilah portofolio saham, sebenarnya apakah portofolio itu? Secara umum, portofolio adalah kumpulan beberapa saham pilihan yang nantinya diharapkan akan memberikan imbal hasil yang positif.
Jadi yang perlu digaris bawahi adalah kumpulan saham pilihan!!! karena dengan memilih saham yang tepat akan diharapkan menghasilkan imbal hasil positif. kalau misalnya dalam memilih saham tidak tepat, yang terjadi adalah imbal hasil yang negatif, atau merugi!!! pertanyaan nya sekarang adalah, seperti apakah saham yang bisa dibuat untuk mengisi portofolio investasi? pertanyaan ini sering saya dapatkan dari beberapa nasabah.
Dalam hal meracik portofolio saham, penulis mempunyai kriteria sendiri saham apa saja yang bisa dikoleksi dalam jangka panjang. tentunya penulis juga belajar dari tokoh-tokoh investasi yang terkenal seperti Warren Buffett, Benjamin Graham, dan memadukan gaya investasi mereka dengan analisis teknikal yang penulis ketahui. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung, seperti yang pernah terjadi pada saham BUMI dkk. Saya ingat betul ketika tahun 2008-2010 banyak banget investor yang masuk ke saham BUMI dengan harga 2000-4000 an, mereka bilang bahwa BUMI akan ke 15.000. Mereka tidak melihat laporan keuangan BUMI yang pada saat itu boleh dibilang DER nya cukup banyak (diatas 5).
Sampai artikel ini ditulis, DER BUMI berada diatas 25, yang artinya hutang terhadap ekuitasnya lebih banyak hutangnya. Sedangkan pendapatan BUMI dari tahun 2010 sampai sekarang masih merugi. Terus terang saya tidak paham tentang bisnis batubara, namun kalau anda bertemu dengan investor kawakan yang masih pegang saham BUMI, anda pasti dijelaskan alasan dia memegang saham tersebut, dari ga pernah telat bayar hutang sampai BUMI punya cadangan batubara terbesar... Namun mereka tidak mau tahu tentang fakta bahwa BUMI adalah perusahaan yang masih merugi!! Ok mungkin saya cerita terlalu panjang tentang saham BUMI, namun memang hal itu harus saya ceritakan agar tidak terjebak di saham yang seperti itu.
Sampai artikel ini ditulis, DER BUMI berada diatas 25, yang artinya hutang terhadap ekuitasnya lebih banyak hutangnya. Sedangkan pendapatan BUMI dari tahun 2010 sampai sekarang masih merugi. Terus terang saya tidak paham tentang bisnis batubara, namun kalau anda bertemu dengan investor kawakan yang masih pegang saham BUMI, anda pasti dijelaskan alasan dia memegang saham tersebut, dari ga pernah telat bayar hutang sampai BUMI punya cadangan batubara terbesar... Namun mereka tidak mau tahu tentang fakta bahwa BUMI adalah perusahaan yang masih merugi!! Ok mungkin saya cerita terlalu panjang tentang saham BUMI, namun memang hal itu harus saya ceritakan agar tidak terjebak di saham yang seperti itu.
Menurut Warren Buffett, kriteria saham yang layak koleksi diantaranya adalah perusahaan yang selalu membukukan laba yang positif selama sepuluh tahun terakhir (jelas BUMI ga masuk). kalau dipikir apakah ada perusahaan yang selalu membukukan laba selalu positif? Menurut penulis, Warren Buffet tidak serta merta mengkategorikan perusahaan harus selalu positif, namun yang pasti perusahaan, harus lebih banyak membukukan laba bersih daripada ruginya!! Di BEI, perusahaan yang seperti itu tentunya bisa dibilang perusahaan Blue Chip atau perusahaan yang sudah mature (matang). ada banyak perusahaan di BEI yang sudah matang, diantaranya UNVR, BBRI, TLKM, BBNI, ASII, PGAS, INTP dan banyak saham lainnya. Jadi menurut penulis, carilah saham-saham yang dikategorkan bluechip di BEI. Biasanya saham-saham tersebut sering banget dihindari oleh para trader jangka pendek, alasannya adalah kenaikannya yang terlalu lama, ga fantastis seperti saham gorengan. Yup memang saham-saham bluechip tidak sefantastis saham gorengan, namun pertanyaanya dalam 10 tahun terakhir apakah ada saham gorengan yang bisa naik setinggi bluechip??hehehe, silakahkan dijawab sendiri..
Kalau anda melihat portofolio warren buffett akan terlihat bahwa ada beberapa saham yang berganti, namun ada pula yang tetap (Coca Cola). Ini berarti Warren Buffett tetap merubah portofolio sahamnya untuk 1 tahun kedepan. Kemungkinan saham yang berubah adalah yang mengikuti siklus, misalnya siklus harga batubara atau minyak bumi (komoditas).
Maka dari itu, dalam menyusun portofolio, yang harus diperhatikan adalah mencari saham yang kira2 akan naik dimasa yang akan datang. misalkan UNVR sahamnya terus naik dari tahun ke tahun, ini dikarenakan UNVR tidak terlalu terpengaruh harga komoditas, selain itu produk-produk UNVR adalah kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang notabene selalu dibutuhkan tiap hari. Apalagi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak, maka akan menjadi keuntungan tersendiri bagi UNVR.
Kalau anda melihat portofolio warren buffett akan terlihat bahwa ada beberapa saham yang berganti, namun ada pula yang tetap (Coca Cola). Ini berarti Warren Buffett tetap merubah portofolio sahamnya untuk 1 tahun kedepan. Kemungkinan saham yang berubah adalah yang mengikuti siklus, misalnya siklus harga batubara atau minyak bumi (komoditas).
Maka dari itu, dalam menyusun portofolio, yang harus diperhatikan adalah mencari saham yang kira2 akan naik dimasa yang akan datang. misalkan UNVR sahamnya terus naik dari tahun ke tahun, ini dikarenakan UNVR tidak terlalu terpengaruh harga komoditas, selain itu produk-produk UNVR adalah kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang notabene selalu dibutuhkan tiap hari. Apalagi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak, maka akan menjadi keuntungan tersendiri bagi UNVR.

No comments:
Post a Comment